Dompet Dhuafa Bantu Rehabilitasi Pasien ODGJ
Posted By : Rahayu Saputro
Date : 12 March 2019
Bekasi—Sumartini merupakan seorang kuli cuci dan bekerja sebagai pengasuh anak. Sedangkan suaminya bekerja serabutan, mulai dari kuli bangunan sampai menjadi montir panggilan. Mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan di kawasan kali Abang Tengah, Bekasi Utara, bersama dua orang anak.
Kondisi ekonomi keluarga bisa dibilang jauh dari kata cukup. Profesi sebagai buruh cuci dan suami bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu, tidak menjamin dapat mencukupi kebutuhan.
Beban hidup Sumartini semakin berat saat anak pertamanya, Nurdin (30), menderita gangguan kejiwaan tiga tahun lalu. Awalnya pemuda yang akrab disapa Udin tersebut adalah seorang pekerja keras namun karena ada yang mengganjal dipikirannya sehingga berdampak pada mentalnya.
“Kurang lebih sudah tiga tahun lalu, anak saya mengalami sakit ini. Kalau sakitnya kenapa, saya juga gak tahu pasti. Cuma dulu pernah dilangkahin nikah, sama lihat ponakan beli motor, terus dia kerja keras narik odong-odong tapi tetap gak bisa beli juga, nah itu mungkin yang jadi pikiran,†ucap Sumartini (59), dengan raut wajah sedih.
Setelah itu kondisi Nurdin kian memburuk, jika sedang kumat ia membanting semua perabotan yang ada di rumah, bahkan terkadang barang-barang tetangga juga tak luput dari tidakannya. Inilah yang membuat keluarga dan masyarakat resah akan tindak tanduknya.
“Pernah dulu di bawa ke panti rehabilitasi. Alhamdulillah sudah membaik dan bisa kerja, bicaranya juga bagus. Tapi gak tahu kenapa kambuh lagi,†imbuhnya.
Mendapat aduan dari masyarakat sekitar, dan melihat kondisi keluarga tersebut termasuk kurang mampu, Dompet Dhuafa melalui Pelayan Masyarakat segera memfasilitasi anak pertama keluarga Sumartini untuk mendapatkan pengobatan di Yayasan Panti Rehabilitasi Al-Fajar Bekasi.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak, Mas. Saya senang sekali akhirnya anak saya dapat dibawa ke yayasan untuk menjalani rehabilitasi. Semoga kondisinya menjadi lebih baik. Harapannya bisa sembuh,†ucap Sumartini, di tengah perjalanan.
“Dompet Dhuafa melalui program penanganan pasien Orang Dengan Gangguan Kejiwaan (ODGJ), memfasilitasi evakuasi Nurdin, dari mulai penjemputan sampai memastikan ia dapat pengobatan di yayasa. Semoga dengan menjalani pengobatan ini. Nurdin nanti bisa sembuh dan menjadi pribadi yang produktif, “ ucap Rosyid, selaku penanggung jawab aksi tersebut. (Mustaki/LPM)
Komentar
Pencarian
-
LPM Dompet Dhuafa Jalin Silaturahmi bersama Mustahik dalam Momentum Ramadan
-
Sekotak Kebahagiaan Kado Yatim di Bulan Ramadan yang Penuh Kemuliaan
-
RS UI dan LPM Dompet Dhuafa Hadirkan Keceriaan Ramadhan untuk Pejuang Sehat Talasemia
-
Ramadhan Inklusif: LPM Dompet Dhuafa Buka Ruang bagi Disabilitas Mental untuk Bersinar
-
Grebek Kampung Dompet Dhuafa: Bawa Berkah Ramadan ke Sudut Padat Jakarta
-
Memaknai Bulan Suci Ramadhan: PT Surveyor Indonesia dan LPM Dompet Dhuafa Santuni 100 Dhuafa
-
MC.ID dan LPM Dompet Dhuafa Hadirkan Pesantren Kilat Ramadhan untuk Hibur Pejuang Sehat di Shelter Sehati
-
Di Tengah Perjuangan Melawan Penyakit, Shelter Sehati Hadir Jadi Rumah Harapan
-
Yatim Growth Partner LPM Dompet Dhuafa Mengiringi Rana Wujudkan Prestasi Nyata
-
Dukung Keadilan Bagi Azka Rizky, LPM Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Keluarga Azka