Yatim Growth Partner LPM Dompet Dhuafa Mengiringi Rana Wujudkan Prestasi Nyata
Posted By : Afriza
Date : 10 March 2026
Memenangkan perlombaan olimpiade bagi Rana menjadi satu hal berarti yang begitu ingin dicapainya. Sebab, Rana yang kini tengah menyelesaikan masa-masa akhir SMA nya sebagai kelas 12, memiliki tekad semangat yang tinggi dalam meraih banyak prestasi demi mencapai jenjang selanjutnya yakni pendidikan tinggi.
“Aku pengin terus berprestasi di sekolah ataupun di lomba-lomba karena aku pengin nunjukin ke umi, pengin bikin umi bahagia. Dan dari prestasi seperti ini, aku pengin nantinya pas kuliah bisa masuk kuliah lewat jalur prestasi,” ujar Rana bersemangat.
Rana merupakan salah satu penerima manfaat program Yatim Growth Partner dari Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa. Pada Juli tahun lalu, Rana berhasil memperoleh Juara 2 di Mata Pelajaran PAI dan Juara 3 di Mata Pelajaran Matematika untuk tingkat SMA dalam ajang olimpiade nasional bertajuk Brilliant Minds Olympiad X Universitas Jenderal Sudirman.
Selain menjalani keseharian sebagai siswi SMA tingkat akhir, Rana juga merupakan santriwati di pondok pesantren Sirojul Huda, Baranangsiang, Bogor.

Kedua mata Rana seketika berbinar seraya menebarkan pandangan penuh semangat akan menggapai mimpinya saat Ia menceritakan perjalanannya mengikuti lomba.
“Meskipun di kelas 12 ini banyak sekali yang harus aku kerjakan seperti belajar untuk sekolah, belajar untuk pondok, menjadi pengurus juga di pondok, tapi aku tetap semangat ikutan lomba olimpiade kayak gini,” ujarnya sumringah memandangi medalinya.
Sembari menunjukkan beberapa ruangan di pesantren, Rana menyebutkan kegiatannya yang begitu padat setiap hari. Mulai dari bangun dini hari untuk menunaikan shalat Tahajud, sahur, shalat berjamaah, mengaji, bersekolah, dan mengaji lagi hingga menuju waktu berbuka puasa.
Hal itu pun menjadi tantangan tersendiri baginya ketika Ia juga harus membagi waktunya untuk mengikuti perlombaan akademis itu.
“Sebenarnya aku harus pintar mengatur waktu buat bisa belajar lomba itu dan untuk mikirin yang di pondok. Dan karena satu kamar di pondok itu 13 orang, jadi kadang kalau mereka udah tidur aku baru lanjut belajar, itu juga kadang bikin capek karena kurang istirahat. Itu yang jadi tantangannya, kadang capeknya itu bikin semangat naik turun,” ujar dia.
Meski begitu, Rana bilang, perlombaan itu banyak memberikannya pengalaman baru dan bahkan membuat Rana bisa mengetahui kemampuannya di mata pelajaran lain.
.jpeg)
“Waktu itu selain PAI, aku ikut lomba yang pelajarannya belum aku kuasai, kayak matematika, PKN, geografi. Awalnya aku merasa gak mampu di matematika, tapi karena ada lomba ini dan di kelas 12 juga ada bimbel khusus pelajaran matematika, aku jadi ikut tertantang. Dari semenjak ikut lomba yang tadinya ngerasa gak bisa, ternyata juara, ini jadi motivasi baru juga buat aku biar lebih semangat lagi,” imbuhnya bersemangat.
Perjalanan menggapai prestasi Rana juga diwarnai oleh dorongan semangat dari sang ibunda yang tiada hentinya mendukung Rana.
“Umi juga selalu ngasih semangat di setiap keputusan yang aku ambil. Itu yang bikin aku selalu semangat buat berprestasi. Harapan umi juga besar ke aku biar bisa jadi lebih baik ke depannya dan bisa mengangkat derajat keluarga,” ujarnya.
Binar semangat pada mata Rana pun perlahan meredup. Sembari memandangi kedua tangannya dengan gugup, Rana menyatakan cita-citanya yang ingin menjadi seorang pengacara.
.jpeg)
“Kalau kuliah nanti, aku pengin ambil ilmu hukum jurusan hukum perdata karena aku pengin jadi pengacara. Nantinya aku pengin membanggakan keluarga, aku pengin membantu orang-orang di sekitarku di kampung karena belum ada yang bisa membantu untuk mengurus yang ada kaitannya sama hukum,” ujar Rana penuh harap.
Dalam harapnya, Rana juga menyatakan ingin bisa memberangkatkan sang ibu umroh ke tanah suci. Sebab, usai kepergian sang ayah 14 tahun silam, di mana saat itu usianya baru empat tahun, Ia pun melihat perjuangan ibunya seorang diri sebagai asisten rumah tangga untuk menghidupi keluarga dan mendukung pendidikan Rana.
Rana pun mengaku bersyukur saat di jenjang SMA, Rana bisa menjadi salah satu penerima manfaat dukungan pendidikan dari program Yatim Growth Partner LPM Dompet Dhuafa.
“Semenjak ada dukungan pendidikan dari LPM Dompet Dhuafa, aku merasa terbantu banget buat aku bisa fokus belajar menggapai prestasi aku. Apalagi di sini biayanya ada dua, sekolah sama pondok. Dari dukungan pendidikan ini juga aku bisa melihat umi yang ikut senang dan gak begitu terbebani lagi buat sekolah aku. Aku sangat bersyukur dan berterima kasih,” ujarnya.
Kini, segudang kecemasan Rana dalam menempuh jalan panjang meraih cita-cita untuk masa depan tidak lagi membayangi langkah giatnya. Dukungan LPM Dompet Dhuafa dalam mengiringi langkah Rana telah membawanya pada nyala semangat meraih cita yang tak lekas padam. Melayani Lebih Baik, Untuk Menumbuhkan Kebaikan (Shinta FN/LPM Dompet Dhuafa).
Komentar
Pencarian
-
Yatim Growth Partner LPM Dompet Dhuafa Mengiringi Rana Wujudkan Prestasi Nyata
-
Dukung Keadilan Bagi Azka Rizky, LPM Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Keluarga Azka
-
Saat Majelis Taklim Menjadi Jalan Keluar dari Utang dan Kemiskinan
-
Cegah Stunting, LPM Dompet Dhuafa Resmikan Program Pangan Keluarga di Bogor
-
Dari Terdampak Hingga Tebar Manfaat: Kisah Lastri Relawan Dapur Umum
-
LPM Dompet Dhuafa Gandeng Ditjen PAS Perkuat Pembinaan Kepribadian Warga Binaan di Jawa Barat
-
LPM Dompet Dhuafa dan Bapas Kelas I Jakarta Timur-Utara Jalin Kerja Sama Program Bina Santri Lapas
-
Kala Yatim Hebat Menampilkan Potensi dan Bakatnya dalam Youth Expression Festival 2025
-
Dorong Kepercayaan Diri Disabilitas Mental, LPM Ajak Penyintas Terapi Rekreasi
-
LPM Dompet Dhuafa Bantu Jamaah Terdampak Ambruknya Bangunan Majelis Taklim Ciomas Bogor