Loading...

Momentum Muharram: Bersama Kuatkan Adik Yatim

Image

Posted By : Afriza

Date : 19 June 2026

Dalam Islam, bulan Muharram adalah salah satu periode yang mulia. Di bulan pertama dalam kalender Hijriyah ini, segala amal kebaikan akan dilipatgandakan. Anjuran paling khas dalam bulan mulia ini, salah satunya, adalah menyantuni anak yatim. 

Namun, kemuliaan Muharram tidak hanya dimaknai melalui ibadah personal. Bulan ini juga menjadi waktu yang tepat untuk menaruh perhatian lebih besar pada mereka yang membutuhkan uluran tangan, terutama anak-anak yatim yang masih berjuang memperoleh pendidikan yang layak.

Tidak bisa dipungkiri jika pendidikan merupakan sarana pembebasan individu dari rantai kemiskinan. Akan tetapi, bagi jutaan anak yatim dan piatu, mendapatkan akses pendidikan bukanlah ihwal yang mudah.

Jalan mereka untuk memperoleh kesempatan belajar lewat pendidikan formal tidak semulus jalan anak-anak lainnya.

Cukup mudah untuk kita pahami bahwa kehilangan orang tua tidak hanya berarti kehilangan sosok yang dapat memberikan mereka kasih sayang, tetapi seringkali juga berarti kehilangan sosok pencari nafkah yang memungkinkan mereka bisa bersekolah.

UNICEF Indonesia melaporkan bahwa sekitar 4,3 juta anak usia sekolah di Indonesia berada di luar sistem pendidikan atau tidak bersekolah. Angka ini menunjukkan bahwa masih banyak anak yang belum memperoleh hak dasar mereka untuk belajar dan berkembang. Kelompok anak yang tidak bersekolah umumnya berasal dari keluarga miskin dan rentan menghadapi himpitan ekonomi. Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak yatim piatu.

Di Indonesia, Kementerian Sosial Republik Indonesia mencatat ada jutaan anak yatim, piatu, dan yatim piatu yang hidup dalam berbagai kondisi kerentanan.

Sebagian dari mereka tinggal bersama keluarga besar yang juga menghadapi keterbatasan ekonomi. Sebagian lainnya hidup dalam pengasuhan alternatif atau lembaga sosial. Dalam situasi seperti ini, pendidikan seringkali menjadi kebutuhan yang sulit dipenuhi ketika di saat yang bersamaan keluarga harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Kemiskinan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong anak keluar dari sekolah. Biaya seragam, perlengkapan belajar, transportasi, hingga kebutuhan rumah tangga yang harus dipenuhi keluarga sering kali membuat pendidikan menjadi prioritas kedua.

Bagi anak yang kehilangan orang tua, tekanan tersebut dapat menjadi lebih berat. Tidak sedikit anak yang harus membantu mencari nafkah, mengurus anggota keluarga yang lebih muda, atau mengorbankan pendidikan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Selain ekonomi, kehilangan orang tua juga memengaruhi motivasi belajar mereka. Kehilangan orang tua berarti juga kehilangan sosok pendamping. Maka, penting sekali peran pendampingan anak yatim dan piatu dalam merawat semangat mereka untuk terus berani bermimpi.

Namun, jika hambatan ekonomi dan sosial dapat dikurangi, anak-anak memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.

Sebagaimana yang dilakukan ID Humanity Dompet Dhuafa melalui program Yatim Growth Partner. Dengan program ini, ID Humanity mengiringi perjalanan anak-anak yatim dalam menggapai cita-cita mulia mereka.

Dukungan ID Humanity dalam mengiringi anak-anak yatim tidak hanya secara finansial melainkan juga turut serta dalam mendukung pengembangan keterampilan mereka dengan pelatihan skill public speaking, bahasa, dan wirausaha.

Selain itu, ID Humanity juga turut memberikan bantuan biaya pendidikan dan perlengkapan sekolah, bantuan nutrisi keluarga anak yatim, serta mendampingi anak-anak yatim mewujudkan cita-citanya.

Maka, mari bersama kita pastikan agar harapan anak-anak yatim dalam mewujudkan masa depannya bisa terus terjaga.

Di momen Tahun Baru Islam ini kita bisa mulai kebaikan itu.

Yuk, salurkan kepedulian untuk  adik Yatim tumbuh sehat dan sukses dalam meraih mimpinya melalui program Yatim Growth Partner: https://digital.dompetdhuafa.org/donasi/yatim-growth-partner. (Shinta FN - Afriza/LPM Dompet Dhuafa)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

-
-
21

Komentar