Gerobak Penyambung Ekonomi Keluarga
Posted By : Rahayu Saputro
Date : 15 October 2020
TANGERANG SELATAN – Binar ceria tampak di wajah Rahayu (47) tatkala tim Dompet Dhuafa membawakan sebuah gerobak yang akan digunakannya untuk berdagang. Gurat lelah dari segenap tim seakan terbayar lunas dengan kebahagiaan yang dirasakan Rahayu.
Rahayu seorang janda yang masih memiliki balita ini, kesehariannya menjual cilor di depan gang rumah kontrakannya, Kampung Rawa Aren, Bekasi Timur-Jawa Barat. Pandemi Covid-19 membuat sekolah harus menerapkan Belajar Dari Rumah (BDR). Dampaknya beberapa pedagang kantin yang biasa berjualan di sekolah harus berpindah lokasi ataupun berhenti sejenak.

Begitu pun dengan Rahayu yang memilih untuk memindahkan usaha dagangnya ke depan rumah kontrakan. Ia jajakan dagangannya dengan meja sederhana dan menargetkan anak-anak sebagai pangsa pasar. Keinginan untuk memiliki gerobak didasari oleh keinginan untuk lebih bisa menjangkau banyak konsumen. Selain itu, ia memiliki rencana untuk tak hanya menjual cilor tapi juga menambah varian dagang dengan menjual roti bakar.
“Kalo setiap hari makan cilor kan biasanya anak-anak kampung sini bisa bosan. Makanya dengan gerobak ini insha Allah mau lebih banyak ke kampung-kampung lainâ€, ujar Rahayu.
Sebelumnya, kebahagiaan yang sama juga dirasakan oleh Yanti (28). Bungsu dari tiga bersaudara tersebut bisa berdagang dengan gerobak hasil dari donasi donatur Dompet Dhuafa, demi membantu ekonomi keluarga, terlebih beliau tinggal bersama dengan ibunya yang sudah tua.

Berbekal pengalaman bekerja di sebuah restoran hotel, Yanti bertekad untuk mandiri agar bisa lebih banyak waktu mengurus ibu dan menyalurkan kemampuan yang selama ini ia terima ditempat kerjanya dahulu.
Saat ini Yanti menjual martabak telor mini di Jalan Randu, Margahayu, Bekasi Timur, tak jauh dari kediamannya. Penghasilannya memang tak sebesar ketika ia bekerja, tapi ia yakin usaha yang dijalankan saat ini akan bertahan dan berhasil di kemudian hari.
“Insha Allah karena ini baru mulai beberapa minggu, alhamdulillah ada peningkatan sedikit demi sedikit. Doain aja supaya lancar dagangannya, laris,†ucap Yanti penuh harap.
Yanti dan Rahayu adalah dua sosok wanita yang berjuang menghidupi dan membantu ekonomi keluarga dari gerobak hasil donasi para donatur Dompet Dhuafa. Ditengah resesi ekonomi dan krisis kesehatan yang melanda negeri, masih ada optimisme dari para anggota keluarga untuk tetap berjuang tanpa meminta belas kasih. (Kontributor: Rifky Reynaldi)
Komentar
Pencarian
-
Muharram Fest 2026: Merajut Kasih, Menyemai Senyum Yatim di Bulan Mulia
-
Semarak Muharam Fest 2026, LPM Dompet Dhuafa Hadirkan Edukasi dan Kreativitas Bagi Anak Yatim
-
Program Pemuda Tangguh LPM Dompet Dhuafa Dorong Kemandirian Ekonomi Anak Muda
-
LPM Dompet Dhuafa Beri Santunan dan Pendampingan Keluarga Korban Bekasi
-
Gelar Muharam Fest 2026, LPM Dompet Dhuafa Hadirkan Ruang Kreasi untuk Kebahagiaan Anak Yatim
-
Inovasi Inklusi, LPM Manfaatkan Aktivitas Bertani sebagai Media Terapi Mental
-
Dukung Reintegrasi ke Masyarakat, Bapas Jakarta Timur dan LPM Dompet Dhuafa Hadirkan Pelatihan Barista
-
Momentum Muharram: Bersama Kuatkan Adik Yatim
-
LPM Dompet Dhuafa dan Anayatrans Hibur Anak Yatim dengan Rekreasi Edukatif di Taman Safari Bogor
-
Dari Duka ke Harapan, Dompet Dhuafa Dampingi Korban Kecelakaan Bekasi Bangkit Kembali