Home>Ruang Berita>Berita Keluarga Disabilitas Mandiri>Pupuk Semangat Kemandirian Tunadaksa Pengrajin Ondel – Ondel
Berita Keluarga Disabilitas Mandiri

Pupuk Semangat Kemandirian Tunadaksa Pengrajin Ondel – Ondel

BOGOR — Memiliki tubuh sehat dan sempurna adalah dambaan setiap orang di dunia. Dapat beraktivitas dengan normal menggunakan semua anggota tubuh yang lengkap adalah karunia Allah yang harus kita syukuri. Namun hal tersebut tidak diarasakan oleh Wawang Suryana (30), sejak lahir ia ditakdirkan mengalami cacat fisik di kedua kakinya.

Keterbatasan fisik yang ia alami tidak ingin dijadikan alasan untuk berpangku tangan. Semenjak empat tahun lalu, ia mulai merintis usaha sebagai pengrajin patung ondel-ondel, dan aneka patung berukuran kecil yang ia jual di sekitaran Setu Babakan, Bogor.

Semua pengerjaannya dilakukan manual yang terkadang memakan waktu dan tenaga. Namun pria yang akrab disapa Wawang tersebut, tetap tekun dan giat bekerja untuk membiayai hidup keluarganya.

Ia Tinggal di Rusunawa Cibuluh, Bogor Utara, Kota Bogor, bersama istrinya. Perbulan mereka harus membayar sewa kamar sebesar Rp. 450.000,-.

Mendapat informasi dari masyarakat tentang kegigihan dan tekat Wawang yang ingin hidup mandiri di tengah keterbatasan fisiknya, Dompet Dhuafa, melalui program “Disabilitas Mandiri,” memberikan apresiasi terhadap wawang. Satu set alat kompresor untuk menunjang usahanya bergulir dari program tersebut untuk Wawang. Langkah tersebut bertujuan agar lebih menghemat tenaga dan waktu pengerjaan dari kerajinan-kerajinannya.

“Alhamdulillah mas, terimakasih banyak kepada para donatur yang telah peduli dengan nasib orang seperti kami. Walau fisik tidak sempurna, tapi saya punya keinginan untuk tetap mandiri dan tidak mau menyusahkan orang tua. Mesin kompresor ini sangat mempermudah usaha saya,” ucap Wawang, dengan senyum di wajahnya.

Disabilitas Mandiri merupakan Program yang memberikan  bantuan  modal  usaha  bagi  keluarga  disabilitas  agar  mereka  mendapatkan  kemudahan  dalam menjalankan  aktiftas  kesehariannya. Karena banyak  disabilitas  yang berjuang keras dalam menjalani kehidupannya,  mereka  tidak  menjadikan  keterbatasan fisik sebagai  pembenaran  dalam  menunggu belas kasihan orang. Maka program tersebut hadir sebagai salah  satu  bentuk  dorongan  moril  kepada  mereka, dan membantu  meringankan  atau  memberikan  kemudahan  dalam  beraktivitas. (Dompet Dhuafa/Taufan LPM)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *