Social Safety Net

KONSEP PROGRAM SOCIAL SAFETY NET KELUARGA SANGAT MISKIN
LPM DOMPET DHUAFA

I. Latar Belakang
Karena kemiskinan yang akut terkadang menyebabkan banyak mustahik yang mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan pangan, sehingga terjadinya gizi buruk atau kurang memadainya bahan pokok makanan. Hal ini disebabkan oleh pendapatan keluarga yang tidak layak, juga disebabkan oleh kondisi fisik mustahik yang tidak memungkinkan untuk mencari nafkah. Disisi lain kita juga dapat menyaksikan bagaimana menjamurnya mini market di pelosok gang perkampungan, sehingga hal ini juga mengurangi pendapatan warung-warung yang dikelola langsung oleh masyarakat. Maka program ini selain untuk membantu mustahik dalam pemenuhan kebutuhan pangan,juga untuk memberikan suntikan dana kepada warung-warung kecil, sehingga diharapkan warung yang menjadi mitra program bertambah assetnya.

II. Deskripsi Program
Program Social Safety Net bagi Keluarga sangat miskin adalah bentuk bantuan pangan bagi mustahik yang kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan pangan, program ini bermitra dengan lembaga sosial keagamaan sebagai pensuplai data mustahik dan warung yang dikelola individu sebagai pensuplai bahan pangan. Dengan adanya program ini maka tidak hanya mustahik yang sudah tidak berdaya yang dapat terbantu kebutuhan mendasarnya, namun juga warung kecil yang ada di sekitar mustahik bisa ikut diberdayakan. Adapun bantuan pangan dapat diambil langsung oleh mustahik di warung yang ditunjuk pada setiap hari Jumat dengan jangka waktu bantuan yang telah ditentukan (minimal 3 bulan), tergantung kondisi dari mustahik tersebut.

III. Tujuan Program

  1. Membantu mustahik agar tidak terjadi gizi buruk atau kekurangan pangan dalam keluarganya.
  2. Revitasliasi warung-warung kecil

IV. Kriteria Penerima Manfaat

  1. Lansia yang sudah udzur, terkulai dan tidak mapu untuk mencari nafkah untuk dirinya.
  2. Orang yang memiliki cacat permanent dan tidak mampu untuk mencari nafkah sendiri.
  3. Lansia yang hidup sebatang kara tanpa memilki sanak keluarga.
  4. Keluarga miskin yang memiliki anak dibawah 3 tahun, diutamakan keluarga yang tunggakan ke sekolah. Hal ini menyebakan mereka tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi atau juga tidak bisa memiliki anak yatim.
  5. Keluarga yang memiliki anak lebih dari 5 anak yang masih usia dibawah 12 tahun.
  6. Warung mitra program berdekatan dengan rumah mustahik dan termasuk warung kecil