Mustahik

KONSEP PROGRAM LAYANAN MUSTAHIK (LAMUSTA)
LPM DOMPET DHUAFA

I. Latar Belakang

Proses Konseling

Kemisknan adalah keadaan dimana terjadi ketidak mampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuhan kebutuhan dasar ataupun sulitnya akses terhadap untuk mendapatkan pelayanan.

Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.

Sebagai Lembaga Amil Zakat, tentunya Dompet Dhuafa sangat konsen dalam upaya pemberdayaan dan mengangkat harkat martabat kaum dhuafa, baik ekonomi, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, maupun pelayanan karitas, sehingga kaum dhuafa dapat kemudahan dalam mendapatkan akses pelayanan. Maka kehadiran Lamusta sungguh menjadi tumpuan harapan kaum dhuafa dalam mendapatkan pelayanan dalam mengurangi beban himpitan kehidupannya. 

II. Deskripsi Program

Adalah rangkaian kegiatan yang berorientasi kepada pelayanan dan konsultasi problematika masyarakat dengan pola pendekatan dakwah, sehingga dapat meningkatkan harkat dan martabat kaum dhuafa. Adapun pelayanannya dengan menggunakan 2 (dua) pola, yakni layanan pasif (mustahik mendatangi kantor LPM) dan layanan aktif (jemput bola dengan mendatangi mustahik atau bersinergi dengan mitra lokal).

III. Tujuan Program

Memberikan solusi permasalah mustahik dengan memberikan bantuan yang bersifat meringankan beban permasahan dan serta memberikan pemberdayaan untuk dapat mempertahankan serta meningkatkan kualitas hidup untuk lebih baik.

IV. Kriteria Penerima Manfaat

  1. Fakir, Adalah mereka yang tidak mempunyai harta atau penghasilan layak dalam memenuhi keperluannya : sandang, pangan, papan (tempat tinggal), pendidikan, dan kesehatan baik untuk diri sendiri maupun orang lain yang menjadi tanggungannya.
  2. Miskin, Adalah mereka yang mempunyai penghasilan yang layak dalam memenuhi kebutuhannya dan orang-orang yang menjadi tanggungannya, tapi tak sepenuhnya tercukupi.
  3. Muallaf, Adalah mereka yang dibujuk hatinya atau yang diharapkan kecenderungan hatinya untuk menerima Islam atau yang memeluk Islam (tidak teguh imannya).
  4. Gharimin, Adalah orang-orang yang berhutang untuk memenuhi kebutuhan asasi bagi kemaslahatan diri atau keluarga yang menjadi tanggungannya. Adalah mereka yang berhutang untuk menyelesaikan masalah yang memerlukan penyelesaian segera.
  1. Ibnu Sabil, Adalah mereka yang kehabisan perbekalan dalam perjalanan.
  1. Fisabilillah, Adalah mereka yang berjuang menegakkan agama Allah dan juga menjalankan kegiatan untuk pembangunan ummat Islam dalam semua hal terutama dakwah sepanjang hidupnya tanpa ada pembiayaan dari manapun

V. Alur Permohonan Lamusta

diagram alur