Bina Santri Lapas

KONSEP PROGRAM BINA SANTRI LAPAS (BSL)
LPM DOMPET DHUAFA

I. Latar Belakang
Setiap kali mendengar kata “Lapas”, orang pada umumnya merasa kurang senang sembari berharap jangan sampai dirinya atau anggota keluarganya ada hubungan dengan Lapas. Hal ini terjadi karena memang image di masyarakat, Lapas atau penjara adalah tempat dikumpulkannya orang–orang jahat sehingga terkesan begitu menyeramkan. Wajar memang karena sekali orang sudah berbuat salah umumnya orang lain sulit melupakan. Ketika mereka sedang berada di dalam sel, tentu saja banyak wakttu luang yang harus diisi dengan kegiatan yang positif, sehingga mereka yang salah jalan tentu harus mendapat bimbingan agar mereka dapat lebih menyadari terhadap kesalahannya dan jika sudah keluar mereka menjadi manusia normal yang diterima oleh masyakarat. Maka BSL merupakan salah satu alternatif pembinaan yang efektif dalam menyelamatkan akidah dan akhlaknya.

II. Deskripsi Program
Adalah bimbingan keagamaan bagi warga binaan di L A PA S sebagai  bentuk penyelamatan aqidah dan motivasi hidup yang lebih baik, agar kelak pada saat keluar dari LAPAS warga binaan dapat hidup lebih baik dan dapat diterima dimasyarakat serta dapat membawa perubahan yang berarti dalam hidupnya.

III. Tujuan Program

  1. Sebagai alternatif kegiatan pembinaan warga binaan/santri.
  2. Memberikan pengetahuan kepada santri / warga binaan lapas.
  3. Memberikan penyadaran kepada santri / warga binaan untuk menjadi warga negara yang taat hukum.
  4. Menyiapkan kader da’i lapas yang memiliki akhlak sesuai al-qur’an.
  5. Menyiapkan kader da’i lapas yang kuat akidahnya

IV. Kriteria Penerima Manfaat

  1. Warga binaan yang masih menjalani masa tahanan   di Lapas yang sudah bersinergitas dengan program BSL LPM Dompet Dhuafa.
  2. Tenaga pembinaan keagamaan lapas, baik yang sukarela maupun pegamai kementrian Hukum dan HAM
  3. Keluarga dan masyarakat khususnya yang berdekatan dengan wilayah warga santri binaan.
  4. Komunitas relawan. Komunitas rentan tindak kriminal