Bina Komunitas Marginal

KONSEP PROGRAM BINA KOMUNITAS MARGINAL
LPM DOMPET DHUAFA

I. Latar Belakang
Dakwah secara umum dapat diberi pengertian sebagai upaya untuk menyeru keridhaan Allah SWT. Berdasarkan hal ini dapat ditafsirkan bahwa Dakwah merupakan suatu usaha guna meningkatkan harkat kehidupan manusia dalam lingkungan yang mengintarinya, baik secara rohani maupun secara jasmaniah. Dengan kata lain, pada intinya dakwah tidak hanya semata-mata proses mengelkan manusia kepada tuhannya, melainkan juga merupakan sebuah proses transformasi sosial, dengan sejumlah tawaran dan alternatif solusi-solusi bagi umat dalam mengatasi masalah kehidupan yang mereka hadapi. Sebagaimana strategi dan pendekatan komprehendif yang pernah dikembangkan oleh Rasulullah SAW manakala mendesain dan menggerakkan program serta agenda dakwah yang bermuatan pengembangan atau pemberdayaan umat serta berwawasan pembebasan.

Sementara itu di sisi lain, masyarakat sasaran dakwah sangatlah heterogen, mereka terdiri dari kalangan intelektul, pejabat, pengusaha sampai rakyat jelata. Ada laki-laki, ada perempu’an, ada orang tua, remaja, dan ada anak- anak, ada masyarakat kota (urban) dan ada masyarakat desa (rural), disamping masyarakat marginal, yang sering terlupakan, dengan berbagai problem kehidupan yang mereka hadapi. Senyatanya, bahwa ternyata Dakwah selama ini tidak/ belum/ kurang menyentuh kelompok-kelompokmasyarakat terpinggirkan (marginal) sebagai salah satu subjek dan juga obyek dakwah. Selaku masyarakat marginal yang terpinggirkan, jelas, proses dakwah sangat diharapkan untuk mengangkat citra, martabat, dan memperbaiki derajat kehidupan serta kesejahteraan. Dalam berbagai bidang, fisik, sosial, ekonomi, budaya, pemerintahan, agama dan juga lingkungan.

II. Deskripsi Program
Kurangnya pedulian dan ketertarikan para dai dan daiyah untuk melakukan pembinaan dakwah secara intensif kepada kaum marginal, membuat terkadang hidup dalam kegelapan, jauh dari Tuhan dan sedikit dari mereka yang memilki kesadaran yang tinggi untuk menjalankan kewajiban ibadah yang sudah menjadi keharusan bagi setiap umat Islam. Hal ini dikarenakan factor lingkungan dan juga minimnya pemahaman agama Islam yang mereka ketahui.

III. Tujuan Program

  1. Tersyi’arnya ajaran Islam dan tuntunan Nabi Muhammad SAW dengan baik di tengah – tengah masyarakat, khususnya para karyawan/I pubrik.
  2. Tertanamnya suatu aqidah islamiyah yang mantap disetiap hati seluruh karyawan/I.
  3. Mewujudkan keepatuhan setiap muslim terhadap hukum-hukum yang telah disyariatkan oleh ALLAH SWT.
  4. Terbentuknya pribadi muslim yang berbudi luhur, dihiasi dengan sifat-sifat yang terpuji dan bersih dari sifat-sifat yang tercela

IV. Kriteria Penerima Manfaat

  1. Komunitas rentan tindak kriminal.
  2. Komunitas yang belum terdapat kegiatan pembinaan dakwah yang intensif.
  3. Komunitas rentan akan kegiatan kristenisasi