Home>Ruang Berita>Berita Penanganan Pasien Psikiatri Jalanan>Bantu Evakuasi Anak Tukang Becak yang Alami Gangguan Kejiwaan Ke Rumah Sakit
Berita Penanganan Pasien Psikiatri Jalanan

Bantu Evakuasi Anak Tukang Becak yang Alami Gangguan Kejiwaan Ke Rumah Sakit

JAKARTA — “Sudah 10 tahun lebih anak saya menderita gangguan jiwa, sedih lihatnya, kasian. Tapi saya tidak mempunyai biaya untuk membawanya ke rumah sakit. Jadi saya hanya berobat biasa di kampung,” ucap Uding (65th), dengan wajah sedih.

Uding pun hanya berprofesi sebagai penarik becak di kawasan Pasar Anyar Tanggerang. Tentunya dengan penghasilan yang tak seberapa, ia tetap semangat mencari nafkah untuk keluarga. Fisiknya yang mulai menua tak menghambatnya untuk bekerja menarik becak.

Ia mempunyai 8 anak, dan 3 anaknya menderita gangguan jiwa. Salah satunya adalah Ahmad Syafei (25). Penghasilan yang pas-pasan, membuat bapak berperawakan kurus ini hanya dapat pasrah.

Semakin hari kondisi anaknya semakin parah. Kalau disentuh atau ditegur ia mengamuk. Hal tersebut membuatnya semakin sedih. Ingin rasanya membawa kerumah sakit jiwa, tapi ia tidak mempunyai biaya.

Mendapat aduan dari masyarakat sekitar dan melihat kondisi keluarga Uding yang memprihatinkan, tim Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa segera memfasilitasi anak ke lima dari keluarga Uding ini untuk melakukan pengobatan di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan, Jl. Prof. Dr. latumenten 1 No.No, RT.1RT.1/RW.4, Jelambar, Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat, pada Selasa (9/1).

Awalnya Syafei mengamuk saat dijemput di kediamannya, di Jl. Paku Haji, Tanggerang. Akhirnya dengan bantuan warga sekitar, pemuda tersebut dapat dibawa ke mobil. Sesampainya di Rumah Sakit, Syafei diperiksa di IGD untuk mengetahui seberapa parah gangguan kejiwaannya.

“Alhmdulillah mas, terimakasih banyak, baru pertama ini saya membawa anak ke rumah sakit. Selama ini hanya berobat di kampung, lantaran ketiadaan biaya. Semoga anak saya kondisinya bisa membaik, mau bagaimanapun sedih melihat kondisi anak saya seperti ini terus,” ungkap Uding.

Setelah menunggu proses pemeriksaan dan pendataan kurang lebih 8 jam, akhirnya pukul 18.30, Ahmad Syaefi dibawa keruang perawatan.

“Dompet Dhuafa melalui Divisi Respon, memfasilitasi evakuasi Ahmad Syafei, dari mulai penjemputan sampai kita pastikan mendapat kamar di Rumah Sakit Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan. Kedepannya insyaAllah kita juga akan bantu fasilitasi anak pertama Uding untuk mendapat pengobatan di Rumah sakit. Terima kasih atas amanah para donatur yang membawa kami pada aksi kali ini,” ucap Dendi, selaku penanggung jawab aksi tersebut. (Taufan/LPM)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *