TANGERANG (BN)-, Uding, lelaki berusia 65 tahun ini penarik becak di kawasan Pasar Anyar, Kota Tanggerang. Dengan penghasilan yang tak seberapa, ia tetap semangat mencari nafkah untuk keluarga. Fisiknya pun tak lagi prima. Usia yang sudah menua tak menghambatnya untuk semangat bekerja menarik becak yang menjadi sumber utama penghasilannya.

Saat ini, Uding memiliki 8 anak dan 3 di antaranya menderita gangguan jiwa. Salah satu anak Uding yang menderita gangguan jiwa adalah Unah Hasunah (40th). Penghasilan yang pas-pasan, membuat bapak yang berperawakan kurus ini hanya bisa pasrah menerima musibah yang menimpah keluarganya.

“Sudah 5 tahun lebih anak saya menderita gangguan jiwa, sedih lihatnya, kasian. Tapi saya tidak mempunyai biaya untuk membaya dia ke rumah sakit atau ke tempat rehabilitasi, jadi saya hanya berobat biasa di kampung seadanya,” ucap Uding dengan wajah sedih tampak putus asa kemarin.

Kondisi anak pertama Uding ini sangat memprihatinkan. Sering melamun tanpa sebab dan berbicara sendiri. Melihat kondisi anaknya, Uding sebenarnya ingin rasanya membawa ke rumah sakit jiwa. Tentu dengan harapan anak-anaknya mendapatkan penanganan yang layak dan dapat sembuh.

Mendapat aduan dari masyarakat sekitar dan melihat kondisi keluarga Uding, tim Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa segera memfasilitasi Udik untuk mengobati anaknya, Unah Hasunah melakukan pengobatan di Yayasan Rehabilitasi YPKK Semplak Bogor Jawa Barat.

Unah dijemput di kediamannya, di Jalan Pakuhaji Kabupaten Tanggerang. Dua minggu sebelumnya, Dompet Dhuafa juga memfasilitasi anak ke-5 Uding, Ahmad Syafei (25) untuk menjalani pengobatan di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan, Grogol, Jakarta Barat.

“Alhmdulillah terimakasih banyak bagi para donatur Dompet Dhuafa, kedua anak saya saat ini sudah bisa menjalani pengobatan di Rumah Sakit, selama ini hanya berobat dikampung karena ketiadaan biaya. Semoga anak saya kondisinya bisa membaik, mau bagaimanapun sedih melihat kondisi anak saya seperti ini terus,” ujar Uding.

Dompet Dhuafa melalui Divisi Respon, memfasilitasi evakuasi Unah Hasunah dari mulai penjemputan sampai dipastikan mendapat kamar di Yayasan YPKK. Untuk ke depan, Dompet Dhuafa juga akan memantau perkembangannya.

“Kami berharap semoga semakin banyak masyarakat yang terketuk hati untuk membantu para mustahik lainnya yang mengalami kondisi sama seperti keluarga bapak Uding,” ucap Dendi Al-Ghozali, selaku penanggung jawab aksi ini.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *