Home>Ruang Berita>Berita Penanganan Pasien Psikiatri Jalanan>LPM Dompet Dhuafa Fasilitasi Pengobatan Pemuda Dhuafa dengan Gangguan Kejiwaan
Berita Penanganan Pasien Psikiatri Jalanan

LPM Dompet Dhuafa Fasilitasi Pengobatan Pemuda Dhuafa dengan Gangguan Kejiwaan

TANGERANG — “Semenjak dua tahun lalu anak saya menderita gangguan jiwa. Mungkin karena banyak fikiran dan himpitan ekonomi keluarga,” ucap Sana (65), dengan raut wajah sedih saat dijumpai di kediamannya.

Sana, merupakan penarik becak di sekitar Pasar Anyar Tanggerang, ia tetap gigih dalam mencari nafkah walau fisiknya sudah tak muda lagi. Lelaki paruh baya tersebut tinggal di sebuah rumah bilik yang berlokasi di Desa Paku Alam, Kelurahan Paku Haji, Tanggerang, bersama istri dan satu anaknya yang mengalami gangguan jiwa.

Kondisi ekonomi keluarga Sana, sangatlah jauh dari kata cukup. Wajar saja profesi sebagai penarik becak tidaklah menjanjikan penghasilan yang besar. Terkadang untuk makan saja mereka kesulitan.

Beban hidup Sana semakin berat saat anak pertamanya, Syaefudin (30), menderita gangguan kejiwaan dua tahun lalu. Awalnya pemuda yang akrab disapa Udin tersebut sempat menikah, punya satu anak dan bekerja di pabrik roti di kawasan Tangerang.

“Saya tahunya, istrinya minta pisah terus mas, sebelum dia kena gangguan jiwa. Mungkin karena kondisi ekonomi mereka. Lalu, lama-lama anak saya jadi sering melamun, dan akhirnya kondisi kejiwaannya terganggu,” jelas Sana.

Setelah Udin menderita gangguan jiwa, istri dan anaknya pergi. Kondisi tersebut tentu memperparah kejiwaan Udin. Ketidak adaan biaya membuat Sana tak mampu membawa anaknya menjalani pengobatan medis. Makin hari kondisi kejiwaan Udin menurun, sering keluar rumah di malam hari. Hal ini praktis membuat orangtuanya khawatir, tapi apa daya mereka tak punya uang untuk membawa anaknya menjalani pengobatan di rumah sakit.

Mendapat aduan dari masyarakat sekitar, dan melihat kondisi keluarga tersebut yang memprihatinkan, tim Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa segera memfasilitasi anak pertama keluarga Sana untuk mendapatkan pengobatan di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan, Jl. Prof. Dr. latumenten 1 No.No, RT.1RT.1/RW.4, Jelambar, Grogol, Petamburan, Jakarta Barat.

“Alhamdulillah, terimakasih banyak mas. Saya senang sekali akhirnya anak saya dapat dibawa ke Rumah Sakit untuk menjalani pengobatan. Semoga dengan ini kondisinya menjadi lebih baik. Sedih dan khawatir rasanya melihat anak kandung sendiri menderita gangguan kejiwaan,” ucap Sana, penuh haru.

“Dompet Dhuafa melalui program penanganan pasien gangguan kejiwaan, memfasilitasi evakuasi Syaefudin, dari mulai penjemputan sampai kita pastikan ia mendapat kamar di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan. Semoga dengan menjalani pengobatan medis, kondisi Udin dapat membaik,” ucap Dendi, selaku penanggung jawab aksi tersebut. (Dompet Dhuafa/Taufan LPM)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *