TANGERANG SELATAN — Memuliakan dan memperjuangkan nasib kaum dhuafa, tentu menjadi tujuan utama dalam mensejahterakan masyarakat miskin. Program-program pemberdayaan dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, kebencanaan, dan dakwah, dirancang serta digulirkan Dompet Dhuafa sebagai strategi membangun kesejahteraan tersebut.

Salah satu langkahnya melalui organ Dompet Dhuafa yang bergerak dalam bidang sosial, yaitu Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM), berusaha melaksanakan setiap program dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, para dhuafa yang memerlukan bantuan dapat segera dibantu dan diberdayakan, agar mereka kembali tersenyum dan meraih mimpi, melalui program-program seperti Layanan Mustahik (Lamusta), Barzah, Ibu Tangguh, Pejuang Keluarga, Tebus Ijazah, Bina Santri Lapas (BSL), Bedah Rumah, Program Bina Rohani Pasien, Shelter, dan lain sebagainya.

Namun tak hanya itu saja, LPM pun terus memuliakan mustahik termasuk hal-hal kecil. Seperti yang terlihat pada pagi itu, Jumat (2/3), di Graha Zakat, Ciputat, sebagai markas pelayanan LPM Dompet Dhuafa. Di mana, ada satu meja yang berisi dengan makanan lengkap plus buah, yang berada di area tunggu pelayanan mustahik. Ya memang benar, tersajinya makan besar beserta lauk pauk dan buah sebagai layanan untuk memuliakan mustahik yang mayoritas lansia, saat datang ke kantor LPM.

“Setiap hari kita menyediakan menu sehat seperti buah, roti, jajanan, yang bebas diakses secara gratis bagi siapa saja mustahik yang datang ke kantor. Karena setiap hari, selalu ada mustahik berangkat pagi-pagi ke kantor LPM untuk mendapatkan layanan. Belum sempat sarapan, dan memang lumayan jauh dari akses warung makan. Dengan menyediakan makanan tersebut secara cuma-cuma, tentu para mustahik tak perlu kerepotan mencari makan saat menunggu layanan, sekaligus memuliakan,” ungkap Hendra, Direktur LPM Dompet Dhuafa.

Setiap harinya, tak kurang dari 20 mustahik atau penerima manfaat yang datang mengakses layanan buah dari kebaikan para donatur, di kantor LPM Dompet Dhuafa. Maka, dengan tersedianya makanan bergizi secara cuma-cuma tersebut, dapat meningkatkan kenyamanan para mustahik, yang mayoritas lansia.

“Ya mungkin bisa dibayangkan saja, setiap harinya banyak lansia datang dari sekitar Jabodetabek. Berangkat pagi dan menembus kemacetan menjadi realitanya. Kebanyakan mereka datang dalam keadaan belum sarapan. Nah, kemudian mereka kita muliakan juga dengan sajian gratis yang insyaa Allah bergizi tersebut,” tambah Hendra. (Dompet Dhuafa/Taufan YN)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *